Sinkronisasi Program Prioritas, Kepala Bappedalitbang Harapkan Jaga Sinergitas dan Integrasi Program

Kepala Bappedalitbang Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra berharap sinergitas dan integrasi program antara Provinsi Bali dengan Kabupaten Jembrana terus terjaga. Mengingat program prioritas antara Provinsi Bali dengan Kabupaten Jembrana sudah selaras. Prioritas pembangunan baik Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana mengacu pola pembangunan yang sama yaitu pembangunan semesta berencana yang didasarkan pada “Nawacita” dan Trisakti Bung Karno. Hal ini diungkap saat FGD Sinkronisasi Program dan Kegiatan Prioritas Provinsi Bali dengan Kabupaten Jembrana, bertempat di Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana, Jumat, 19 Juli 2019.

Lebih lanjut dikatakan, diskusi ini penting terutama bagi pelaksana pembangunan pengempu bidang prioritas daerah baik jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Jembrana. Melalui diskusi ini diharapkan memiliki kesamaan persepsi, mensinkronisasikan program dan kegiatan di perangkat daerah sesuai tupoksi masing-masing.

Sementara itu Bupati Buleleng dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng mengatakan fokus grup diskusi ini merupakan tindak lanjut janji Gubernur Bali untuk memberikan pendampingan kepada Kabupaten/Kota khususnya Kabupaten Jembrana. Hal ini sebagai penjabaran visi yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Jembrana tahun 2016-2021, yaitu “Terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumberdaya menuju masyarakat Jembrana yang sejahtera” dengan prioritas pembangunan Provinsi Bali sebagai penjabaran visi yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Bali Era Baru.

Lebih jauh Sekda Kabupaten Jembrana menjelaskan, penyelarasan prioritas pembangunan Provinsi Bali dengan Prioritas pembangunan Kabupaten Jembrana menghasilkan, pertama, bidang pangan sandang dan papan. Kedua, bidang kesehatan dan pendidikan. Ketiga, bidang jaminan sosial dan Ketenagakerjaan. Keempat bidang agama tradisi seni dan budaya. Dan kelima, bidang pariwisata.

Sekda Kabupaten Jembrana mengakui pesatnya pariwisata telah mampu membawa Bali di tahun 2018 pada capaian pembangunan yang peningkatannya cukup signifikan bahkan melampaui capaian nasional hal ini perlu mendapat perhatian bersama bahwa membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung oleh peningkatan investasi dan dibangun dengan mempertimbangkan keunggulan lokal dan penciptaan lapangan kerja kaum intelektual yang ada di masing-masing wilayah sehingga pada satu sisi akan menahan arus migrasi intelektual dan di sisi lain berpeluang mendatangkan tenaga kerja dengan kualifikasi pendidikan tinggi yang dapat mempercepat proses transfer iptek di masing-masing wilayah sehingga ketimpangan ekonomi dan pembangunan manusia di Bali dapat diatasi. (Krisna-Pranata Humas)